Minggu, 22 April 2012

Perkembangan Fisik, Motorik, Bahasa dan Peran Seks pada Masa Sekolah

MAKALAH
PERKEMBANGAN MASA SEKOLAH DAN PERMASALAHANNYA
FISIK, MOTORIK, BAHASA, BICARA/PERAN SEKS
Dosen Pengampu : Itsna Iftayani M. A




Anggota Kelompok 1 :
                     1. Afrida Jingga Buanawati      (102120073/IVC)
                     2. Astrid Herera Mutiara F      (102120078/IVC)
                     3. Anis Khoirun Nisak               (102120075/IVC)
                     4. Benti Uliatil Amroti              (102120080/IVC)
                     5. Umi Hartati                           (102120103/IVC)
                     6. Yuliyah Prasasti                    (102120106/IVC)

PROGRAM BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2012




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pertumbuhan, perkembangan seseorang berlangsung sejak dilahirkan sampai dengan mati. Memiliki arti kuantitatif atau segi jasmani bertambah besar bagian-bagian tubuh. Kualitatif atau psikologis bertambah perkembangan intelektual dan bahasa (Siti Rahayu).
Pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam kematangan. Manusia disebut matang jika fisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat tertentu (Lavengeld).
Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan jika seorang individu mengalami pertumbuhan yang baik maka perkembangan akan baik pula. Pernyataan ini berbanding lurus dengan H.M. Arifin tentang perkembangan, bahwa perkembangan diprasyarati oleh adanya pertumbuhan, oleh karena itu pertumbuhan sangatlah mendukung perkembangan seseorang (Diah Puji, 2009).
Fase perkembangan individu tidak terlepas dari proses pertumbuhan individu itu sendiri. Perkembangan pribadi individu meliputi beberapa tahap atau periodisasi perkembangan, antara lain perkembangan berdasarkan analisis Biologis, perkembangan berdasarkan Didaktis, perkembangan berdasarkan psikologis.
Fase perkembangan Biologis merupakan perubahan kualitatif terhadap struktur dan fungsi-fungsi fisiologis atau pembabakan berdasarkan keadaan atau proses pertumbuhan tertentu. Fase perkembangan dedaktis dapat dibedakan menurut dua sudut tujuan, yaitu dari sudut tujuan teknis umum penyelenggara pendidikan dan dari sudut tujuan teknis khusus perlakuan pendidikan. Fase perkembangan psikologis merupakan pribadi manusia dimulai sejak masa bayi hingga masa dewasa.
Aspek– aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu.
B.  Rumusan Masalah
1.  Apakah karakteristik anak masa sekolah?
2.  Apa saja ragam/macam dari perkembangan masa sekolah serta permasalahannya?
C.  Tujuan
     1. Mengetahui karakteristik anak pada masa sekolah.
2.  Mengetahui macam-macam perkembangan masa sekolah serta permasalahannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Karakteristik Anak Masa Sekolah
Ada yang berpendapat bahwa masa usia sekolah adalah masa matang untuk belajar atau untuk sekolah. Disebut masa matang untuk belajar karena mereka sudah berusaha mencapai sesuatu, sedangkan masa matang untuk bersekolah , karena mereka sudah menginginnkan kecakapan-kecakapan baru, yang dapat diberikan oleh sekolah.
Proses pendidikan adalah merupakan salah satu aktivitas manusia. Fungsi motivasi dalam proses pendidikan adalah membangkitkan dorongan untuk melakukan aktivitas dalam pendidikan. Keaktifan dapat menghasilkan perubahan dalam kognitif, psikomotor dan afektif siswa. Perubahan relatif konstan dan terbatas. Perumusan ini berlaku bagi setiap pembelajaran dalam proses belajar-mengajar. Keberhasilan belajar siswa ditentukan oleh beberapa faktor yang menunjang terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar tersebut. Faktor metode mengajar akan berkaitan dengan model pembelajaran yang diterangkan.
Secara umum masa sekolah dasar terbagi menjadi dua bagian, yaitu masa kelas rendah dan masa kelas tinggi. Masa kelas rendah yang berusia antara 6 atau 7 sampai 9 atau 10 tahun. Sedangkan masa kelas tinggi berusia antara 9 atau 10 sampai 12 tahun.
Masa sekolah diakhiri dengan masa Pueral, yaitu mempunyai karakteristik tersesuai dan banyak menarik perhatian pendidik. Ada beberapa ciri yang menonjol seperti sifat yang ekstravers, berkuasa, saing kompetisi, idealis. Dari segi lainnya akan menerima otoritas orang tua dan guru dengan wajar. Aspek-aspek psikologis dan fisik yang penting dalam perkembangan pada masa anak sekolah yaitu : Intelektual, kognitif, motorik, verbal dan emosi.

B. Macam Perkembangan
     1. Perkembangan Fisik
                   Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka, otot dan ukuran berapa organ tubuh lainnya.
    
     2.  Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak–anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal,             seperti senam, berenang, dll.
Beberapa perkembangan motorik (kasar  maupun halus) selama periode       ini, antara lain :
a). Anak Usia 5 Tahun
-    Mampu melompat dan menari
-    Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan
-    Dapat menghitung jari – jarinya
-    Mendengar dan mengulang hal – hal penting dan mampu bercerita
-    Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
-    Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
-    Mampu membedakan besar dan kecil
b). Anak Usia 6 Tahun
     -    Ketangkasan meningkat
     -    Melompat tali
     -    Bermain sepeda
     -    Mengetahui kanan dan kiri
     -    Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
     -    Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar
c). Anak Usia 7 Tahun
     -    Mulai membaca dengan lancar
     -    Cemas terhadap kegagalan
     -    Peningkatan minat pada bidang spiritual
     -    Kadang Malu atau sedih
d). Anak Usia 8 – 9 Tahun
     -    Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
     -    Mampu menggunakan peralatan rumah tangga
     -    Ketrampilan lebih individual
     -    Ingin terlibat dalam sesuatu
     -    Menyukai kelompok dan mode
     -    Mencari teman secara aktif.
e). Anak Usia 10 – 12 Tahun
-    Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh  yang berhubungan dengan pubertas mulai tampak
-    Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri, dll.
-    Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain
-    Mulai tertarik dengan lawan jenis.
3.  Perkembangan Bahasa
               Selama masa anak-anak awal, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Perkembangan ini terlihat dalam cara berfikir tentang kata-kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat    yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.
a). Pola Perkembangan Bahasa
            Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan, pendapat, perasaan dengan menggunakan simbol simbol yang disepakati bersama, kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat, bahasa dapat dibedakan menjadi 3, yaitu bahasa lisan, bahasa tulis, dan bahasa isyarat. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup, yaitu:
1) Keterampilan mendengarkan
2) Keterampilan berbicara
3) Keterampilan membaca
4) Keterampilan menulis
   Di sekolah dasar, keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan        memahami bunyi bahasa, perintah, dongeng, drama, petunjuk, denah, pengumuman, beruta, dan konsep materi pelajaran. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan mengenai perkenalan, tegur sapa,pengenalan benda, fungsi anggota tubuh, kegiatan bertanya, percakapan, berita, deklamasi, memberi tanggapan, pendapat/saran, dan diskusi. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan, dikte, mendeskripsikan benda, mengarang, menulis surat, undangan, dan ringkasan           paragraf.
b). Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
          Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama, namun tetapada perbedaan individual. Berikut ini adalah      beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut:
1) Kesehatan
               Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat, sebab perkembangan aspek-aspek motorik dan    aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbahasa.
2) Kecerdasan
               Anak yang memiliki kecerdasan tinggi, akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan            berpikir.
3) Jenis kelamin
              Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki, baik dalam pengucapan, kosa kata maupun keseringan berbahasa.
4) Keluarga
              Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak         mendengar berbicara. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa.
5) Keinginan dan Dorongan Komunikasi
               Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman sebaya, akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa.
6) Kepribadian
               Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri.
4.  Peran Seks
     a.  Arti Peran Seks
     1.  Aspek Kognitif
               Aspek kognitif mencakup persepsi, anggapan dan harapan orang dari        kelompok jenis kelamin pria dan wanita. Anggapan, persepsi, dan harapan ini       sederhana, seringkali kurang berdasar, dan kadang-kadang sebagian tidak akurat tetapi tetap dipertahankan kuat-kuat oleh banyak orang.
              2.  Aspek Afektif
            Aspek afektif mencakup sikap ramah maupun tidak ramah umum terhadap objek sikap dan berbagai perasaan sikap dan berbagai perasaan spesifik yang memberi warna emosional pada sikap tersebut. Perasaan ini mungkin berupa kekaguman dan simpati atau rasa superior, iri hati, dan rasa takut.
              3.   Aspek Konatif
        Aspek konatif dari semua stereotip mencakup anggapan mengenai apa yang harus dilakukan berkenaan dengan kelompok yang bersangkutan     dan dengan anggota tertentu kelompok tersebut. Dalam kasus stereotip peran seks, terdapat anggapan bahwa anggota kelompok seks pria harus bertanggung jawab atas tugas-tugas yang menuntut kekuatan fisik, dan    bahwa anggota jenis kelamin wanita harus dilindungi terhadap setiap tanggung jawab yang mungkin membahayakan kondisi fisik mereka yang lebih lemah.
Penting bagi anak-anak laki-laki maupun anak perempuan usia SD untuk mengidentifikasi diri mereka dengan orang dewasa yang berjenis kelamin sama dengan mereka. Tanpa identifikasi semacam itu, anak-anak mungkin akan mengalami ketidakmampuan menyesuaikan diri secara seksual dalam pernikahan atau cenderung menjadi homoseks.
Anak usia SD biasanya mengembangkan sikap memandang rendah anak perempuan atau hal-hal yang berbau perempuan. Hampir semua anak laki-laki dan perempuan kadang-kadang berharap untuk menjadi lawan jenisnya, sehingga mereka mengembangkan sikap merendahkan untuk menekan keinginan itu selama tahun-tahun tersebut. Anak laki-laki dan anak perempuan perlu ditolong untuk mengembangkan sikap bersyukur menjadi diri mereka dan perlu ditolong pula untuk melihat bahwa diciptakan menjadi laki-laki dan perempuan memiliki keuntungan masing-masing.
Ada tiga kriteria yang membedakan anak laki-laki daripada anak perempuan (Sunarto dan Hartono Agung,2008:84),yaitu dalam hal :
1.    Kriteria kematangan seksual
                 Kriteria kematangan seksual tampak lebih jelas pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Menstruasi pertama dipakai sebagai tanda permulaan pubertas .Sesudah itu masih dibutuhkan satu sampai satu setengah tahun lagi sebelum anak wanita dapat betul-betul matang dalam bereproduksi. Kriteria ini jelas tidak terdapat pada anak laki-laki. Sehubungan dengan ejakulasi (pelepasan air mani)  pada permulaannya masih sangat sedikit ,sehingga tidak jelas .
2.    Permulaan kematangan seksual
                 Permulaan kematangan seksual pada anak perempuan kira-kira 2 tahun lebih cepat mulainya daripada anak laki-laki.Menstruasi merupakan tanda permulaan kematangan seksual dan terjadi sekitar usia 13 tahun dengan penyebaran normal antara 10 sampai 16,5 tahun ,jadi kira-kira satu tahun setelah dilaluinya puncak percepatan pertumbuhan.
                 Pada anak laki-laki baru terjadi produksi spermatozoa hidup selama kira-kira satu tahun sesudah puncak percepatan perkembangan (kurang lebih umur 14 tahun). Namun ejakulasi pertama (mimpi pertama) mendahului puncak percepatan perkembangan ,tetapi dalam air mani baru terdapat sedikit sperma.
3.  Urutan gejala-gejala kematangan seksual
                 Pada anak wanita kematangan dimulai dengan suatu tanda kelamin sekunder dengan tumbuhnya buah dada yang tampak dan bagian puting susu yang sedikit mencuat ,terjadi pada usia 8 dan 13 tahun.Baru pada stadium kemudian , menjelang menarche,jaringan pengikat disekitarnya mulai tumbuh hingga payudara mulai memperoleh bentuk yang dewasa . Kelenjar payudara baru mengadakan reaksi pada masa kehamilan dengan suatu pembengkakan sedangkan produksi air susu pada akhir kehamilan. Hal ini merupakan akibat reaksi - reaksi fisiologi yang menyebabkan perubahan-perubahan pada organ-organ kelamin internal dalam hipofise lobus frontalis.
                 Pada anak laki-laki,kematangan seksual dimulai dengan pertumbuhan testes yang dimulai antara umur 9,5 dan 13,5 tahun dan berakhir antara 13,5 dan 17 tahun. Pada usia kurang lebih 15-16 tahun,pada anak laki-laki maupun perempuan pangkal tenggorokannya (jakun) mulai membesar yang menyebabkan pita suara menjadi lebih panjang. Anak laki-laki mengalami hal itu lebih banyak. Perubahan dalam pita suara tadi menyebabkan anak gadis mendapatkan suara yang lebih tinggi dan lebih nyaring,sedangkan suara anak laki-laki berubah menjadi agak berat.
b.  Ciri-ciri masa remaja yang dipengaruhi perkembangan seksual
1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm dan stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi social, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. Mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.
2. Perubahan yang cepat secara fisik yang disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri  remaja.
3.  Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal mernarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga lawan jenis dan orang dewasa.

KESIMPULAN

Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.

DAFTAR PUSTAKA
Diwarta. 2012. Perkembangan Anak : Fisik, Motorik, Kognitif dalam http://www.diwarta.com/kanal/pendidikan/perkembangananak (diunduh pada tanggal 21 Maret 2012 pukul 10.25 WIB)
Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan. Jakarta: CV Pustaka Setia
Hartono, Agung dan Sunarto. 2006. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rinneka Cipta
Subadi, Tjipto. 2011. Kuliah Perkembangan Peserta Didik dalam http://tjiptosubadi.blogspot.com/2011/04/kuliah-perkembangan-peserta-didk.html (diunduh pada tanggal 21 Maret 2012 pukul 09.44 WIB)
Jannah, Raudhatul. 2011. Pentingnya Guru Memahami Perkembangan dan Cara Belajar Anak dalam http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/01/pentingnya-guru-memahami-perkembangan-dan-cara-belajar-anak/ (diunduh pada tanggal 23 Maret 2012 pukul 11.30 WIB)
NN. 2009. Psikologi Remaja, karakteristik dan permasalahannya dalam  http://episentrum.com/artikel-psikologi/remaja/#more-213 (diunduh pada tanggal 23 Maret 2012 pukul 10.38 WIB)

0 komentar:

Poskan Komentar